Metode Baligho

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Nama BALIGHO yang berarti “yang membekas pada jiwa” diambil dari lafadz “qowlan baligho” surah an-Nisa ayat 63. Harapannya – atas izin Allah SWT – siapapun yang belajar membaca Al-Qur’an dengan metode BALIGHO akan membekas dalam relung jiwanya sehingga lahir sebuah kesadaran sekaligus semangat bahwa membaca Al-Qur’an itu tidak boleh hanya asal membaca, akan tetapi harus berupaya dengan tidak kenal menyerah untuk dapat membacanya dengan kualitas “yang sebenar-benar tartil”.

Diantara keistimewaan dari buku ini adalah teks ayat Al-Qur’an ditulis dengan versi Mushaf Madinah atau yang lebih dikenal dengan Mushaf terbitan Timur-Tengah dimana tulisannya menggunakan Rasm ‘Utsmani menurut riwayat Abu Daud ibnu Najah. Tujuannya agar masyarakat Islam lebih mengenal dan mengetahuinya, mengingat Mushaf MAdinah beredar luas dan banyak dipergunakan oleh masyarakat Islam Indonesia.